(Third) Love At The First Sight

By @gurlindah93

Dengan ragu-ragu MinAh memasuki salon langganannya.

“MinAh! Park MinAh!” teriak Jung Dongwoon, hair dresser langganan MinAh.

“Oppa…,” balas MinAh lesu lalu menuju tempat mencuci rambut.

Setelah rambutnya dicuci MinAh langsung duduk di tempat yang kosong.

“Tumben sudah datang, bukannya seharusnya kau datang 2 minggu lagi ya untuk trimming?”

“Eoh.. Tapi aku harus potong rambut hari ini juga oppa…”

“Geurae.. Tidak masalah, aku akan mulai trimming, okay?” Dongwoon mulai membagi-bagi rambut MinAh menjadi beberapa bagian.

“Aniya oppa.. Bukan trimming, tapi potong,” MinAh menunjukkan foto Jennifer Lawrence dengan rambut bob pendek saat menghadiri premier sebuah film.

“Astaga, apa kau yakin MinAh?” Dongwoon terkejut karena setahunya MinAh tidak pernah memotong rambut sependek itu.

“Sudaaahhh cepat lakukan saja sebelum aku berubah pikiran,” pinta MinAh dengan suara bergetar.

Dongwoon mulai memotong rambut MinAh perlahan-lahan, “Seorang pria?” tebak Dongwoon.

“Eung..,” jawab MinAh pendek.

Selama proses potong rambut MinAh hanya bisa menutup matanya karena tidak sanggup melihat rambut kesayangannya dipotong.

***

Seusai potong rambut MinAh segera menuju rumah sakit.

“Silahkan masuk, dokter Mun ada di dalam,” kata suster Hong tanpa MinAh tanya.

“Ne, gamsahamnida,” ucap MinAh.

“Park agasshi kelihatan cantik sekali dengan rambut baru itu. Cocok untuk Park agasshi,” puji suster Hong yang membuat MinAh menyunggingkan senyum tipis.

“Gamsahamnida suster Hong…,” usai berterima kasih MinAh masuk ke ruangan pria itu setelah mengetuk pintu.

Di dalam, ruangan sangat sepi dengan lampu redup. Pria itu tidak ada di kursinya.

Lalu mata MinAh menangkap bayangan di sofa kemudian dia mendekatinya.

“Ternyata sedang tidur, aku sudah memotong rambut untuknya tapi dia malah tidak melihatnya. Benar-benar tidak adil,” gerutu MinAh pelan sambil menunduk, memperhatikan wajah pria itu.

Kalau saja pria itu tidak tidur dengan sangat nyenyak, MinAh sudah membangunkannya dengan paksa.

Dengan berjingkat-jingkat dia berjalan menjauhi sofa menuju pintu.

“Apa kau akan pergi begitu saja?”

MinAh menoleh dan melihat pria itu sudah membuka matanya.

“Apa aku membangunkan oppa?” tanya MinAh dengan perasaan bersalah.

“Tentu saja, kau berada 10 cm di hadapanku sehingga parfum yang selalu kau pakai itu menusuk hidungku. Tentu saja kau membangunkanku,” jawab pria itu.

“Mian.. Ini parfum favouritku hehee.. Mmmmm lalu, bagaimana menurut oppa?” MinAh berjalan kembali mendekati pria itu yang masih berbaring di sofa.

“Apanya?”

“Oppa tidak menyadarinya?” MinAh mengibas-ngibaskan rambut barunya.

“Ooohh rambut. Aku benar-benar tidak menyangka kau akan melakukannya. Padahal aku hanya penasaran dengan penampilanmu jika berambut pendek, ternyata lumayan juga,” komentar pria itu.

“Oppa tidak tahu kan kalau semalaman aku tidak bisa tidur karena harus memotong rambut kesayanganku? Tapi akhirnya aku berhasil melakukannya. Park MinAh jjang! Hehehee,” ujar MinAh bangga terhadap dirinya sendiri.

Terakhir kali MinAh berambut pendek di atas bahu adalah saat dia TK, jadi berhasil memotong pendek rambutnya adalah sebuah prestasi baginya. Terutama saat dia melakukannya untuk seorang pria.

“Ckck.. Sekali lagi kau melakukan hal yang tidak terduga.. Lalu setelah semua yang kau alami apa kau tetap akan melakukan apapun yang kuinginkan?” pria itu menatap MinAh tajam.

Of course!” MinAh berjongkok di hadapan pria itu dengan mata berbinar-binar.

Pria itu menghela nafas.

“Apa kau tidak berpikir kalau aku jahat atau hanya mempermainkanmu?”

MinAh menggeleng dengan pasti.

Pria itu mengerutkan keningnya untuk berpikir.

“Jadi apa yang harus kulakukan besok, oppa?” MinAh bertanya dengan antusias.

“Sudah cukup. Aku tidak akan menyuruhmu melakukan apapun, kau tidak perlu melakukan apapun lagi,” kata pria itu datar.

MinAh syok, dia menatap pria itu dengan tidak percaya.

-tbc-

Enjoy ^^