Guys, We Are Waiting For You

By @gurlindah93

“Magnaedeul, kemarilah,” teriak MinAh dari ruang makan.

“Wae geurae?” Jihyo yang pertama ke ruang makan memenuhi panggilan MinAh.

“Magnae Kang!” panggil Hyejin gemas.

“Ne eonnideul.. Ne…..,” dengan membawa buku seukuran batu bata Hamun menyusul ke ruang makan.

“Baru saja kami mengobrol bertiga, dan ternyata kami memiliki keinginan yang sama. Jadi, kami ingin kalian memenuhi keinginan kami,” jelas MinAh tanpa basa-basi.

“Apa hubungannya dengan kami?” Jihyo garuk-garuk kepala tidak mengerti.

“Masalahnya, hanya kalian yang bisa mempertemukan mereka dengan kami,” kata HyunAh.

“Mereka? Mereka siapa eonni?” sekarang Hamun yang garuk-garuk kepala.

“Kang Haneul! Hahahhaaa,” MinAh tertawa senang menyebut nama itu.

“Park Bogum,” HyunAh mengedip-ngedipkan matanya dengan penuh harap.

“Lee Jongsuk.”

Mendengar nama itu pipi HyunAh memerah.

“Waeyo?” mata Hamun menatap ketiga member tertua dengan bingung.

“Aku baru saja menonton running man yang membuatku jadi ingin sekali mengobrol dengan Haneul. Dia sungguh cute hehee.”

“Aku hanya rindu dengan Bogumie,” jawab HyunAh.

“Aku? Hmmm kalau aku tidak ada alasan khusus sih, aku hanya ingin melihat wajah mulus Jongsuk oppa dari dekat. Lagipula kurasa ada seseorang yang lebih ingin menemuinya tapi terlalu malu untuk mengatakannya,” Hyejin melirik HyunAh yang tiba-tiba salah tingkah.

“Apa kalian ingin aku menyuruh Jongsuk oppa dan Bogumie lalu Hamun menyuruh Haneul oppa untuk menemui kalian?” Jihyo memperjelas maksud ketiga member Super Girls yang sering memiliki keinginan aneh bin ajaib.

Ketiga gadis yang ditanya langsung mengangguk dengan pasti.

“Apa eonnideul pikir mudah menyuruh mereka menemui kalian? Dengan alasan tidak jelas pula. Mereka kan sedang sibuk syuting,” keluh Jihyo. Dia memijat kepalanya yang tiba-tiba pening dengan permintaan gadis-gadis di depannya.

“Butuh 2 hari untuk Haneul oppa membalas pesanku. Bagaimana mungkin aku menyuruhnya menemui kalian?” Hamun seketika menjadi kesal. Entah kesal karena Haneul jarang membalas pesannya, atau karena permintaan aneh membernya.

“Jebaaaaall.. Suruh mereka kemari 3 hari lagi bagaimanapun caranya, okay?” pinta Hyejin. Bukan, perintah lebih tepatnya.

“Aku tahu kalian pasti bisa. Fighting!!”

Kemudian ketiga gadis keras kepala itu membubarkan diri meninggalkan dua member termuda yang kebingungan.

***

Hari yang ditunggu-tunggu MinAh, Hyejin, HyunAh tiba.

Mereka berdandan semaksimal mungkin untuk menyambut tamu-tamu spesial yang mereka tunggu.

“Ke mana Hamun dan Jihyo?” tanya HyunAh yang tidak melihat dua member termudanya sejak pagi.

“Molla.. Mungkin mereka menjemput tamu spesial kita.. Aigoo.. Aku sudah tidak sabar.. Akhirnya ada pria-pria tampan nan menawan yang datang ke dorm kita,” Hyejin membenarkan rok baru yang dia beli khusus untuk hari ini.

“Selain Kyu dan Eric oppa yang tidak bosan-bosannya kemari,” MinAh menarik nafas panjang mengingat dua pria yang selalu menyempatkan waktu datang ke dorm mereka jika tidak ada kegiatan.

Ting tong.

“Aaaaacckk!!! Aku.. Aku yang buka…,” dengan gesit MinAh membuka pintu.

“Annyeong..,” sapa seseorang yang sudah lama tidak MinAh temui dengan seringai lebar.

“Yaaaaa~!! Ada apa kau kemari?” MinAh kembali ke ruang TV dengan kesal.

“Wae? Wae? Siapa yang datang?” tanya Hyejin penasaran.

“Annyeonghaseyo~~”

“Jung Yonghwa! Apa yang kau lakukan di sini?” HyunAh menatap kembarannya dengan kaget.

“Hmmm Hamun yang memintaku datang kemari kemarin,” dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya Yonghwa menghampiri HyunAh untuk memeluknya kemudian bergantian memeluk Hyejin dan MinAh.

“Kami kan tidak mengharapkanmu,” gerutu MinAh lalu langsung mengeluarkan smartphonenya.

“Yaaaaaaa~~~!!!!! Choi Jihyo!!!!!! Di mana kau?? Apa Hamun sedang bersamamu? Aku tidak bisa meneleponnya……”

Mianhae eonnideul,” ucap Jihyo singkat sebelum menutup teleponnya.

“Choi Jihyo!!” teriak MinAh geram.

“Aiiiiisshhh,” Hyejin mengumpat karena ternyata dia juga tidak bisa menelepon Hamun dan Jihyo.

“Ayo ke ruang makan. Masih ada spaghetti yang kumasak tadi pagi,” ajak HyunAh pada Yonghwa dengan malas-malasan.

“Kenapa malah Yonghwa yang datang sih?” MinAh bergumam sambil terus-menerus mencoba menelepon Jihyo dan Hamun yang tetap tidak terangkat.

Ting tong.

“Semoga kali ini tamu yang kita harapkan,” doa Hyejin sambil merapikan rambutnya.

“Aiiiiiissshhh!!!!!” teriak Hyejin lalu kembali ke ruang TV dengan wajah ditekuk.

“Wae? Wae?” tanya MinAh bingung.

“Kang Hamun! Choi Jihyo! Awas ya kalian,” Hyejin memencet smartphonenya dengan penuh amarah.

“Annyeong ladies….,” sapa seseorang dengan riang.

“Jangan bilang kalau Hamun yang menyuruh oppa kemari,” MinAh membelalakkan matanya melihat orang yang baru saja datang.

“Benar sekali,” jawabnya kemudian memeluk MinAh dengan sangat erat. “Bogoshippo…..”

“Lepaskan!!!! Aku harus menelepon dua miss evil yang sudah memporakporandakan suasana hatiku… Minggir!!!!!!” perintah MinAh.

“Annyeong Hyejin,” setelah melepaskan pelukannnya, orang itu berganti memeluk Hyejin dengan cuek.

“Park Jungsoo-ssi!!!! Lepaskan aku atau kujambak rambut oppa,” ancam Hyejin.

Jungsoo hanya senyum-senyum lalu berjalan menuju ruang makan, “Jung HyunAh.. Kau sedang masak apa? Baunya harum sekali.. Wah ada Yonghwa. Apa kabar?” sapa Jungsoo ramah.

“Annyeonghaseyo hyungnim!” balas Yonghwa senang.

“Kalian berdua diam dan segera habiskan spaghetti ini,” perintah HyunAh tegas.

Mau tidak mau kedua pria yang tidak diharapkan kehadirannya itu makan spaghetti buatan HyunAh dalam diam.

Ting tong.

“Aku malas membukanya…,” ujar Hyejin sambil terus mencoba menelepon Jihyo dan Hamun.

Ting tong.

“Besok interkom di dorm ini harus segera diperbaiki.. Aku tidak mau dibuat kesal seperti ini lagi..,” MinAh mengganti channel TV tanpa tahu apa yang akan dia tonton.

Ting tong.

“Iya.. Iya.. Tunggu sebentar..”

Dengan terpaksa HyunAh berjalan ke arah pintu.

“Annyeonghaseyo…”

“Siapa Hyun?” tanya MinAh acuh.

“Kyu? Atau Eric oppa?” tebak Hyejin.

HyunAh tidak menjawab kedua pertanyaan itu.

“Boleh aku masuk?”

“Masuk saja!” teriak MinAh.

“Hyun, kau ini kenapa? Siapa sih yang datang? Oh my God, Park MinAh…,” Hyejin menggoyang-goyangkan MinAh yang masih konsentrasi mengganti channel TV.

“Wae? Ya Tuhanku…”

MinAh langsung merapikan bajunya lalu menghampiri tamu yang baru datang.

Sedangkan Hyejin memperbaiki make up menggunakan cushion yang ternyata sejak tadi dia kantongi lalu menyusul MinAh.

HyunAh masuk menyusul tamu itu dengan pandangan kosong dan pipi merah.

“Annyeonghaseyo yeorobeundeul..” sapa sang tamu sekali lagi dengan ramah.

“Annyeong Kang Chul…,” balas HyunAh, MinAh, dan Hyejin serentak.

Enjoy ^^