Hello, this is a semi-sequel from Guys, We Are Waiting For You

“Jihyo-ssi, kau seharusnya tidak usah repot-repot hingga datang ke sini.”

“Hehe, aku ingin berterimakasih karena kalian semua sudah memberikan tontonan yang super keren ini, Director-nim,” Jihyo menunjukkan jari jempolnya ke sutradara dan beberapa kru yang berkumpul di depan truk makanan.

“Jongsuk beruntung punya teman sepertimu,” ujar sutradara.

“Ne, dia harusnya merasa seperti itu,” gumam Jihyo sambil sesekali melihat ke arah lain.

“Tumben,” Jongsuk merangkul pundak Jihyo.

“Ya! Mengapa kau mengagetkanku sih? Ini kenapa, kau kenapaaaa?” teriak Jihyo begitu melihat pakaian Jongsuk penuh dengan darah.

“Gwenchana, uri aegi,” Jongsuk mengacak-acak rambut Jihyo. “Hyung, makanannya enak?” tanya Jongsuk kepada para kru.

“Tentu saja enak! Choi Jihyo yang traktir!” Jihyo tersenyum tengil.

“Mana ada orang yang mentrakrir dengan ancaman seperti tu?” Jongsuk menunjuk ke spanduk di sisi truk makanan bertuliskan ‘AKAN AKU TAGIH MAKANAN INI JIKA ENDING KANG CHUL DAN OH YEON JOO TIDAK BERAKHIR BAHAGIA’.

“Ih, biar saja, weeek!” Jihyo menarik Jongsuk menjauh dari para kru. “Oppa, ada yang mau aku bicarakan.”

“Wae?”

“Oppa, besok libur tidak?”

“Mmh,” Jongsuk terdiam sejenak. “Tidak.”

“Ah!” Jihyo memanyunkan bibirnya.

“Wae? Tapi aku baru mulai syuting sore. Jadi kemungkinan sebelum itu aku kosong. Kenapa?”

“Mau bantu aku tidak?” Jihyo memandang Jongsuk penuh harap.

“Apa?” Jongsuk mempelajari ekspresi Jihyo. Tidak biasanya yeoja dihadapannya meminta tolong dengan wajah penuh harap dan putus asa seperti ini. “Oh, tidak. Kau bertengkar dengan Woobin lagi ya?”

“Siapa yang bertengkar dengannya?”

“Satu-satunya alasan tampangmu putus asa seperti itu hanya kalau bertengkar dengan dia, iya kan? Eh apa tidak?”

“Ppabo!” Jihyo memukul pelan jidat Jongsuk. “Bukaaaan!”

“Lalu apa?”

“Jadi begini,” Jihyo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Oppa, mau datang ke dorm Super Girls besok tidak?”

“Untuk?”

Jihyo menghela napas panjang. Tidak mungkin kan dia mengatakan hal yang sebenarnya ke Jongsuk kalau ketiga member tertua Super Girls tergila-gila kepadanya sampai mau menerkam Jongsuk kalau namja itu ada dihadapan mereka bertiga?

“Jadi begini,” Jihyo berusaha untuk memikirkan alasan bagus namun tidak ada yang terlintas. “Akh! Jadi mau atau tidak?”

“Memangnya ada apa, Hyonnie?” Jongsuk mulai curiga.

“Ih, pokoknya kau harus datang! Titik!” ujar Jihyo. “Kalau tidak,”

“Kalau tidak apa?”

“Kalau tidak, aku akan beberkan apa wallpaper smartphonemu!” Jihyo tersenyum penuh kemenangan begitu melihat wajah Jongsuk yang tiba-tiba menjadi pucat.

“Haha, hahaha. Kau ini apa sih,” Jongsuk terlihat gugup. “Memangnya wallpaper smartphoneku apa, hahaha.”

“Memangnya apa?” goda Jihyo.

“Tidak ada yang aneh kok,” gantian Jongsuk menggaruk kepalanya.

“Oiya? Masa? Baiklah, kalau begitu tidak ada salahnya aku mengupload video aku membuka smartphonemu yah? Paling kau hanya cukup mengganti password smartphonemu saja. Benar kan?” Jihyo mengeluarkan smartphonenya.

“Jihyo!” Jongsuk berusaha merebut smartphone yeoja itu, namun ia kalah cepat, smartphone berwarna ungu tersebut sudah masuk kembali ke kantong jaket Jihyo.

“Makanya bilang iya,” rengek Jihyo. “Okay?”

“Ya! Hapus dulu videonya, hapus!”

“Ih, apa sih oppa? Kan videonya hanya tentang aku membuka smartphonemu dengan passwword yang aku tau dari Woobin oppa, lalu menengok sebentar apa wallpaper smartphonemu. Aku tidak membuka apa-apa lagi selain melihat wallpapernya!”

“Justru itu!”

“Ah, Annyeonghaseyo Han Hyo Joo sunbaenim!” Jihyo langsung menghiraukan Jongsuk ketika melihat Han Hyo Joo berjalan ke arah mereka berdua.

“Annyeonghaseyo, Choi Jihyo-ssi. Terima kasih untuk truk makanannya,” Hyo Joo tersenyum kepada Jihyo dan melirik Jongsuk yang memasang tampang kesal. “Jongsuk-ah, gwenchana?”

“Gwenchana, noona,” Jongsuk sengaja menginjak kaki Jihyo karena kesal.

“Arrrgh!”

“Jihyo-ssi, gwenchana?” tanya Hyo Joo.

“Ah, gwenchana, sunbaenim,” Jihyo berusaha menahan sakitnya.

“Senang melihat ada sahabat Jongsuk yang berkunjung ke lokasi syuting,” Hyo Joo tersenyum ke arah Jongsuk. “Sayang sebentar lagi proses syuting akan segera selesai.”

“Kuharap aku bisa bertemu Han Hyo Joo sunbaenim kembali. Aku penggemar berat!” seru Jihyo.

“Haha, Hyo Joo onnie saja,” Hyo Joo menepuk pundak Jihyo.

“Ne, onnie!”

“Ah, noona. Kau sudah coba makanan yang Jihyo bawa?” tanya Jongsuk menyela.

“Oiya, aku baru selesai take adegan. Boleh aku coba?”

“Tentu saja, onnie! Semua untukmu, gratis! Free!” teriak Jihyo yang ingin berjalan mengantarkan Hyo Joo ke truk makanan namun dicegat oleh Jongsuk.

“Kau mau kemana? Di sini saja!” bisik Jongsuk.

“Ih, oppa! Aku mau menemani Hyo Joo onnie!”

“Kalian tidak ikut?” tanya Hyo Joo.

“Jihyo masih ada jadwal lain. Dia sebentar lagi akan pulang. Aku akan mengantarnya dulu, iya kan, miss evil?” pelotot Jongsuk.

“Ah, sayang sekali. Senang bertemu denganmu, Jihyo,” Hyo Joo memeluk Jihyo sebelum ia pergi.

“Oppa, Aku dipeluk Oh Yeon Joo! Huaaaaaah!” Jihyo berjingkrak-jingkrak kegirangan. “Oh my, seluruh dunia harus tau aku dipeluk Oh Yeon Joo! Kang Chul mau memelukku juga?”

“Andwae!”

“Hyo Joo onnie, kau tau tidak kalau wallpaper smartphone Jongsuk oppa itu-” ucapan Jihyo tidak selesai karena Jongsuk menutup mulutnya.

“Ne, ne, arra. Aku besok ke dormmu dan kau dapat pelukan dari Kang Chul!” Jongsuk memeluk Jihyo dengan keras. “Senang?”

“Senang, oppa!” Jihyo mengecup pipi Jongsuk. “Gomawo!”

“Ya! Jangan mencium pipiku di depan publik seperti ini!”

“Ih, biasanya juga tidak apa-apa. Jangan mencium pipimu di depan Hyo Joo onnie mungkin, hahaha,” goda Jihyo.

“Ya! Anak ini! Cepat pulang sana!”

“Arra, saranghae Lee Jongsuk!” Jihyo tertawa senang meninggalkan Jongsuk, walaupun sebagian dirinya benar-benar menyesal menjebak Jongsuk harus datang ke dorm.

“Mian, oppa. Kalau kau tidak datang ke dorm besok, aku bisa diamuk Hye, Min, dan Hyun onnie,” gumam Jihyo.

Jihyo mengeluarkan smarthonenya, mengetik nomer Bogum di layarnya.

“Tinggal bocah satu itu. Haduh, tapi dia juga sedang sibuk. Kenapa sih permintaan onniedeul aneh-aneh saja, arrrrgh!”

‘Yoboseyo, noona?’

‘Ah, my handsome baby! Kau sedang sibuk? Sedang syuting? Noona bawa truk makanan untukmu dan kru!’