Finally You Are Here

By @gurlindah93

Ting tong.

“Hyuuun.. Tolong bukakan pintu,” teriak Hyejin dari ruang TV.

Entah ada angin apa di hari Jumat siang yang panas ini Hyejin dan duo magnae melakukan yoga diiringi DVD yang baru Jihyo beli kemarin.

HyunAh sebagai satu-satunya manusia yang memilih mendinginkan diri di kamar terpaksa menggerakkan kakinya keluar kamar.

“Apa kalian tidak kepanasan?” tanya HyunAh melihat ketiga temannya sedang melakukan gerakan aneh dengan keringat membanjiri tubuh mereka.

“Demi tubuh dan jiwa yang sehat, eonni,” jawab Jihyo sambil berbisik. Matanya tertutup menikmati lagu dan setiap gerakan yang diajarkan instruktur di layar TV.

Ting tong.

“Cepat buka pintunya, eonni.. Siapa tahu Kang Chul oppa datang lagi kemari,” ujar Hamun. Dia dan Jihyo saling berpandangan kemudian melakukan high five sambil menyengir jahil.

Impossible..,” gumam HyunAh lalu berjalan ke arah pintu.

“Kenapa Hamun jadi semakin jahil sih,” gerutu Hyejin sambil melotot ke arah Hamun. Yang dipelototi pura-pura tidak mendengar malah sibuk melakukan gerakan-gerakan yoga.

“Nuguseyo…?”

Setelah bertanya hal itu suara HyunAh tidak terdengar lagi, hanya pintu terbuka kemudian tertutup lagi yang mengisi dorm selain suara sang instruktur yoga.

“Eonni, eonni..! Siapa tamunya? Hyun eonni! Hyun eonni kok diam saja ya?” tanya Hamun entah pada siapa.

“Jangan-jangan dia pingsan karena kepanasan?” timpal Jihyo khawatir.

“Kalian tidak usah berlebihan.. Hyun.. Jung HyunAh!”

Tapi tetap tidak sahutan dari HyunAh.

Tanpa dikomando mereka bertiga bergegas ke pintu meninggalkan instruktur yoga di layar TV yang sedang memberi instruksi untuk melakukan gerakan akrobatik.

“Hyun.. Gwenchana?”

Mereka mendapati HyunAh berdiri membelakangi mereka, berhadapan dengan seorang pria yang sedang memandang HyunAh dengan pandangan yang sangat gentle.

“Oppa!!!!!”

Hyejin menjadi orang pertama yang menghampiri pria itu lalu memeluknya.

Pria itu nampak tidak masalah dengan keadaan Hyejin yang bermandikan keringat karena dia langsung balas memeluk Hyejin, “My baby sister…”

“Oppaaaaa ke mana saja kau???? Aku benci padamu,” rengek Hyejin seperti gadis 10 tahun.

“Kau kan tahu aku sedang apa Hyejin-aahh.. Adikku satu-satunya yang tidak mungkin membenciku,” Joongki melepaskan pelukannya lalu mencium kedua pipi Hyejin berkali-kali.

Seakan lupa dengan statusnya sebagai leader sebuah group dan istri seorang Cho Kyuhyun, Hyejin melompat-lompat kegirangan lalu memeluk Joongki dengan lebih erat dari sebelumnya.

“Yaa yaaa~ biarkan aku memeluk gadis-gadis lainnya, okay?” pinta Joongki.

Hamun dan Jihyo menatap Joongki dengan gembira dan tidak percaya karena seharusnya Joongki sedang sibuk melakukan syuting entah di mana untuk film terbarunya.

“Apa kabar nona Choi? Kudengar kau semakin jahil. Apa itu benar?” Jihyo memeluk Joongki sambil membela diri dengan menggerutu. Yang bisa Joongki tangkap hanya ‘Eonnideul’, ‘Permintaan’, dan ‘Pria’.

“Annyeong Kang magnae..”

Hamun terlihat bingung hingga akhirnya dia membungkuk dengan sopan, “Annyeong Joongki oppa..”

“Apa kau tidak senang bertemu denganku?” goda Joongki karena sapaan canggung dari Hamun.

“Aniya oppa.. Mian.. Hanya saja saat ini aku berkeringat karena tadi kami bertiga sedang yoga. Aku takut badanku bau tidak enak, jadi aku tidak memeluk oppa,” Hamun terlihat tidak enak karena tidak menyapa Joongki seperti biasanya.

“Hahahaa gwenchana.. Para pria di lokasi syuting jauh lebih berkeringat daripada kau saat ini,” Joongki memeluk Hamun yang akhirnya dibalas oleh Hamun.

“Dan kau, Jung HyunAh.. Kau yang pertama melihatku tapi sampai sekarang belum menyapaku. Apa kabar?” sapa Joongki pada HyunAh yang masih membeku di tempatnya berdiri.

“Ah mian.. Annyeong oppa.. Aku baik-baik saja,” balas HyunAh hampir tak terdengar.

Sambil tersenyum Joongki memeluk HyunAh.

“Di mana gadis lainnya?” tanya Joongki bingung setelah melepaskan pelukannya.

Hyejin, Jihyo, dan Hamun sudah tidak ada di tempat mereka berdiri tadi.

“Mungkin sudah di dalam.. Ayo masuk, oppa,” ajak HyunAh. Joongki mengikuti HyunAh masuk ke dalam.

“Kenapa kalian masuk duluan meninggalkan kami?” tanya Joongki pada tiga gadis yang sudah mengganti DVD yoga dengan DVD kartun.

“Untuk apa kami berdiri di sana dan melihat kalian berpelukan selama itu? Kalian seperti pasangan yang sudah tidak bertemu selama 10 tahun.. Lebih baik kami masuk ke dalam dan menonton kartun” sindir Hyejin sambil meminum segelas jus. Semua orang tertawa mendengarnya.

HyunAh hanya tersipu lalu pergi ke dapur untuk mengambilkan Joongki minuman.

“Di mana gadis yang satu lagi?” Joongki mengedarkan pandangannya ke segala arah seperti mencari seseorang.

“Nona Park sedang ada syuting sejak pagi…” jawab Jihyo yang matanya tidak bisa lepas dari tokoh kartun favoritnya.

I’m home!! Yuhuuuuu tidak ada yang menyambutku?” teriak gadis yang baru saja dibicarakan.

“Ya Tuhan!!! Song Joongki-ssi!!!!!” setelah melihat Joongki, dengan mata berbinar-binar MinAh langsung berlari ke arah Joongki yang sedang duduk di sofa lalu memeluknya.

“Hahaha.. Aku juga merindukanmu Park MinAh-ssi..”

“Oppa… Di mana So Jisub oppa? Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Dia tidak cedera kan? Apa dia masih tampan seperti biasanya?” tanya MinAh tanpa henti.

“Kau tidak menanyakan keadaanku?” Joongki pura-pura terlihat sedih.

“Aku bisa melihat keadaan oppa yang semakin cool dan macho.. Ayooo, jawab pertanyaanku,” rengek MinAh.

“Baiklah.. Hyungnim sedang di lokasi syuting, keadaannya baik-baik saja, tidak ada cedera sama sekali, wajahnya juga masih tampan seperti biasanya,” jawab Joongki geli. Dia tidak menyangka harus menjelaskan keadaan lawan mainnya pada MinAh yang terlihat seperti seorang Ibu yang sedang mengkhawatirkan anaknya.

“Syukurlah kalau begitu.. Aku tidak sabar menonton filmnya.. Joongki oppa pasti terlihat luar biasa di film itu. Oppa jjang!” setelah membicarakan So Jisub, kali ini MinAh memuji Joongki.

“Tentu saja.. Kau lihat saja nanti.. Hahahahaa,” untunglah Joongki sudah hafal dengan perilaku MinAh yang tidak bisa ditebak.

By the way, kenapa oppa tidak syuting?” tanya Jihyo karena dia tahu kalau tidak ada urusan penting saat ini Joongki pasti masih bersimbah keringat di lokasi syuting.

“Semalam oppa menghadiri acara penghargaan kan?” tebak Hyejin.

“Eoh.. Mumpung aku diberi libur karena harus datang ke acara itu, sekalian saja aku mampir kemari. Tapi malam ini aku harus kembali ke lokasi syuting..,” jelas Joongki.

“Oppa… Untuk merayakan kedatangan Joongki oppa kemari, bagaimana kalau oppa mentraktir kita?” usul MinAh.

“Setujuuuuu.. Aku tidak tahu kapan bisa bertemu oppa lagi,” Hyejin nampak sedih memikirkan kalau lagi-lagi mereka tidak bisa bertemu untuk waktu yang lama.

Call!” Joongki langsung memeluk Hyejin untuk menenangkan adiknya, “Jangan sedih, aku akan menghubungimu setiap hari,” janji Joongki yang ditimpali dengan anggukan oleh Hyejin.

“Enaknya kita ke mana?” tanya Jihyo antusias.

“Kemarin aku mendapat selebaran restoran patbingsu yang baru buka di dekat sini.. Hanya butuh 5 menit berjalan kaki, jadi kita jalan kaki saja,” MinAh mengambil selebaran yang ada di bawah meja.

Semua bergantian melihat selebaran itu lalu mengangguk setuju.

“Kemarin aku sudah melihatnya.. Tapi apa boleh kalau aku mandi dulu?” tanya Hamun.

“Ah benar juga.. Kami mandi dulu ya oppa.. Tunggu kami..,” Hyejin langsung beranjak ke kamarnya untuk mandi.

“Setengah jam!! Kalau lebih dari itu aku akan pulang,” ancam Joongki mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan para gadis untuk mandi dan berdandan.

“Tenang saja! Aku sudah terbiasa mandi kilat,” balas Hyejin dari dalam kamarnya.

“Eonni, aku pinjam kamar mandi kalian biar magnae yang mandi di kamar mandi kami,” ijin Jihyo pada HyunAh dan MinAh.

“Eung.. Pakai saja.. Aku juga harus berganti baju,” kata MinAh lalu berjalan menuju kamarnya.

“Gomawo eonni,” Hamun langsung melesat ke kamarnya disusul Jihyo yang mengambil peralatan mandi lalu masuk ke kamar di sebelahnya.

“Oppa tidak apa-apa sendirian di sini?” tanya HyunAh setelah hanya tinggal mereka berdua di ruang TV.

“Gwenchana.. Aku akan menonton TV.”

“Baiklah.. Aku ke kamar ya..”

Setelah HyunAh meninggalkannya sendirian, Joongki mengambil remote lalu mengganti-ganti channel TV.

“Oppa.. Mian aku tidak bisa menemuimu sekarang.. Joongki oppa kebetulan sedang ada di sini jadi kami akan makan patbingsu.. Yaaaa~ untuk apa oppa menyusul? Kami ingin mengobrol dengan Joongki oppa, oppa tidak usah datang.. Iya iya, nanti malam kuusahakan datang ke apartment oppa.. Eung.. Saranghae~”

Joongki tersenyum mendengar pembicaraan MinAh di telepon dengan orang yang dia yakini sebagai Eric.

“Magnae, kau tahu di mana sneakers warna hijau yang dibelikan Jongsuk oppa?” teriak Jihyo.

“Sepertinya di depan kamar mandi tamu,” jawab Hamun dari dalam kamar mandi. Jihyo segera keluar kamar lalu menemukan sepatu yang dia cari tepat di tempat yang ditunjukkan Hamun.

Hyejin keluar dari kamarnya sambil membawa beberapa kaus lalu masuk ke kamar MinAh dan HyunAh, “Ini punya kalian kan? Sepertinya tercampur dengan pakaianku.”

“Yang itu punyaku, yang lain punya MinAh,” jawab HyunAh.

Di tengah kegaduhan yang terjadi saat ini, Joongki baru menyadari bahwa ternyata dia merindukan suasana dorm Super Girls yang tidak pernah sepi.

“Oppaaaa, tolong ambilkan tas yang ada di atas lemari,” pinta MinAh tiba-tiba sambil melongokkan kepala dari dalam kamarnya.

“Setelah itu ke kamarku, aku ingin menunjukkan sesuatu pada oppa,” perintah Hyejin sambil berjalan kembali ke kamarnya.

Kemudian Hamun mendatangi Joongki dengan wajah tertunduk.

“Wae geurae Hamun-aah?”

“Mmm.. Mianhae.. Tapi apa oppa bisa menolongku mengganti baterai jam dinding ini? Aku tidak bisa membuka penutupnya,” Hamun menunjukkan jam dinding yang dia bawa.

Joongki hanya bisa tertawa mendengar permintaan gadis-gadis itu.

“Aku akan membetulkan jam dinding nona Kang dulu lalu mengambilkan tas nona Park kemudian menemui nona Song, okay?” teriak Joongki meminta persetujuan para gadis itu dengan suara keras agar bisa didengar semuanya.

Okay.. Saranghae!”


Enjoy ^^