Red Carpet

Sequel of Finally You Are Here

By @gurlindah93

Thank u for this delicious dessert, Song Joongki oppa,” ujar MinAh begitu menghabiskan patbingsu pesanannya.

You’re welcome miss MinAh Park..,” jawab Joongki dengan senyum menawannya.

“Magnae, kalau Hyun eonni tidak ada di rumah, kita bisa makan di sini,” bisik Jihyo pada Hamun.

“Tapi patbingsu buatan Hyun eonni tetap yang terbaik,” timpal Hamun sambil mengangkat kedua jempolnya.

“Mian kalau aku tidak bisa memasak untuk kalian setiap hari,” kata HyunAh lalu menghabiskan suapan terakhirnya.

“Ada sesuatu…,” Joongki mengambil tissue lalu mengusap bibir HyunAh dengan lembut.

“Gomawo, oppa..,” ucap HyunAh.

“Oppa, tidak apa-apa kan kalau aku pulang duluan.. Aku harus menemui Eric oppa di rumahnya.. Dia sedang sedikit stress karena menyiapkan album baru,” ijin MinAh.

Joongki yang tadi sempat mendengarkan pembicaraan MinAh di telepon mengangguk, “Pergilah.”

“Tapi oppa harus berjanji, kalau oppa ada waktu oppa harus menemui kami.. Walaupun akhirnya kami akan menyuruh-nyuruh oppa atau memarahi oppa, oppa harus tetap datang,” MinAh memandang Joongki dengan tajam.

“Hahahaa, ne Park MinAh-ssi.. Aku tahu kalian sangat menyayangiku seperti aku menyayangi kalian..,” Joongki memeluk MinAh dengan erat sebagai tanda perpisahan.

“Tenang saja Min, kalau sampai oppa tidak menghubungiku, aku berencana akan menginvasi lokasi syutingnya,” Hyejin menyunggingkan seringai yang pasti dia pelajari dari Kyuhyun.

Take me!!!” pinta MinAh sebelum meninggalkan restoran.

“Aku juga mau melihat lokasi syuting Joongki oppa lagi..,” gumam Hamun.

“Kalau Hye eonni bilang menginvasi, sudah pasti dia akan mengajak kita semua, magnae,” Jihyo mengedipkan matanya.

See? Aku tidak perlu mengatakan keinginananku, teman-teman terbaikku ini sudah memahaminya,” kata Hyejin bangga.

“Kalian sungguh menyeramkan.. Ckck,” Joongki hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik dan teman-temannya.

“Sepertinya kita harus pulang, sebentar lagi oppa harus kembali ke lokasi syuting,” ujar HyunAh mengingatkan.

“Tapi.. Aku ingin oppa menggandengku sepanjang perjalan pulang,” pinta Hyejin manja.

“Seperti saat kau pulang sekolah di SMP?” Joongki mengerutkan keningnya.

“Awalnya aku ingin oppa menggendongku sepanjang perjalanan pulang seperti saat aku SD, tapi tidak mungkin kan..,” Hyejin mengerucutkan bibirnya kesal.

“Baguslah kalau kau sadar diri.. Naik berapa kilo kau akhir-akhir ini?” goda Joongki. Dia tertawa lalu meringis kesakitan saat Hyejin menghujaninya dengan cubitan.

Sepanjang perjalanan pulang, Hyejin menggelayut manja di lengan Joongki. Dia tidak peduli saat beberapa orang mengambil foto mereka. Sedangkan Joongki balas menyapa orang-orang yang mengenali mereka dengan ramah.

“Hye eonni, magnae, kita harus melanjutkan kegiatan kita tadi,” pinta Jihyo begitu mereka menginjakkan kaki di dorm mereka.

“Kegiatan apa?” Hyejin merebahkan diri di sofa sambil mengelus-elus perutnya yang kekenyangan.

“Yoga,” jawab Jihyo singkat.

“Eonni, aku mengerjakan tugas dulu,” ujar Hamun lalu buru-buru berjalan ke kamarnya untuk kabur.

“Eeeeyyy~ Kau mau ke mana? Kau bisa mengerjakannya nanti malam magnae, kau kan jenius,” dengan cepat Jihyo menarik lengan Hamun yang hanya bisa menghelas nafas dalam-dalam.

“Aku malas ah,” tolak Hyejin.

“Tidak bisa! Semua harus ikut yoga.. Ayolah, tadi kita baru yoga 1 jam jadi kurang 1 jam lagi. Apalagi kita baru saja makan patbingsu yang penuh gula dan kalori, dengan yoga semua itu akan langsung hilang,” bujuk Jihyo yang sedang ketagihan yoga.

“Baiklah..,” setelah berpikir sebentar akhirnya Hyejin dan Hamun menyerah. Mereka ke kamar masing-masing untuk berganti baju.

“Aku harus menyiapkan makan malam,” ujar HyunAh lalu pergi ke dapur.

“Aku akan membantu HyunAh menyiapkan makan malam,” Joongki segera mengikuti HyunAh ke dapur sebelum Jihyo memaksanya ikut yoga.

“Terserah.. Yang penting ada yang menemaniku,” gumam Jihyo senang.

“Ada yang bisa kubantu?” tanya Joongki tiba-tiba sampai mengagetkan HyunAh.

“Astaga oppa.. Oppa mengagetkanku.. Oppa tidak ikut yoga?” tanya HyunAh sambil menyiapkan sayuran.

“Malas.. Lebih baik aku membantumu di sini,” Joongki menggulung lengan kemejanya hingga siku.

“Baiklah.. Oppa bisa membantuku mencuci sayuran ini, lalu diletakkan di sini,” HyunAh sebuah menunjuk wadah plastik.

“Gampang.. Serahkan saja padaku..” Joongki mulai mencuci sayuran yang sudah disiapkan HyunAh.

“Kalau begini aku ingat Jiyoung oppa. Dia tidak terlalu bisa masak jadi kalau aku ke rumahnya aku harus membawa bahan-bahan makanan lalu memasaknya di sana, dia hanya membantuku mencuci sayuran,” kata HyunAh. Dengan sigap dia mengeluarkan bumbu dari kulkas.

“Ohya?”

“Eung.. Walau badannya kecil seperti itu, makannya banyak sekali.. Hahaha.. Dulu waktu aku membuat kimbap untuknya…”

“Bisakah kita tidak membicarakan Kwon Jiyoung? Kita sudah lama tidak bertemu tapi kau malah membicarakannya,” potong Joongki. Tangannya masih sibuk mencuci sayuran.

HyunAh terkesiap mendengarnya, “Ah.. Ne.. Mian..”

“Gwenchana..”

Setelah itu mereka berdua sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.

“Chukkae..,” ucap HyunAh tiba-tiba.

“Untuk apa?”

“Drama oppa memenangkan beberapa penghargaan semalam.”

Joongki melirik HyunAh lalu tersenyum, “Gomawo..”

“Oppa terlihat tampan sekali di red carpet, oppa selalu tampan kalau memakai jas hehehee,” puji HyunAh.

Thank you miss Jung.. Aku belajar banyak dari majalah fashion milik Hyejin hahahaa.”

“Bohong.. Sebenarnya stylist oppa kan memilih baju untuk oppa?”

“Benar.. Tapi kan aku juga memberi masukan,” kata Joongki membela diri.

“Hahahaaa aku percaya.. Lalu aku juga suka rambut oppa, oppa terlihat semakin cool,” puji HyunAh lagi. Dia menatap rambut Joongki yang dipotong pendek agar sesuai dengan perannya di film terbarunya.

“Eeeyyy~ Jung HyunAh, kau terlalu sering memujiku..”

“Hahahaaa aku memang gadis yang suka memuji, oppa.. Hmmm tapi aku tidak menyangka oppa datang sendirian ke acara penghargaan sebesar itu. Tolong cuci ini, oppa,” kata HyunAh sambil menyerahkan beras untuk dicuci Joongki setelah Joongki selesai mencuci sayuran.

Okay.. Memang kenapa kalau aku datang sendirian?” tanya Joongki sambil mulai mencuci beras.

“Kukira oppa datang bersama lawan main oppa,” kata HyunAh datar.

“Lawan mainku? Jisub hyung?”

HyunAh melotot ke arah Joongki.

Joongki memutar bola matanya, “Aahh.. Hyekyo noona maksudmu? Dia sibuk sepertinya.. Entahlah.. Memang kenapa? Apa aku harus selalu datang dengannya?” tanya Joongki.

“Bukan begitu.. Hanya saja setelah bermain dalam 1 drama, kalian sering sekali mendatangi acara bersama-sama. Song-Song couple kalau kata fans kalian,” jawab HyunAh. Tangannya sibuk memotong sayuran.

“Hmm.. Kau benar.. Hanya untuk kepentingan promosi drama..”

“Oh..”

“Kau tidak terganggu dengan hal itu kan?”

“Hal apa?”

“Aku sering menghadiri acara dengannya.”

“Tidak, oppa..”

“Jinjja?”

“Eung..”

“Apa kau yakin?”

“Eung..”

“Tapi kau merasa kesal..”

“Tentu saja…”

Mendengar jawaban HyunAh, Joongki menyeringai puas.

Sedetik kemudian HyunAh langsung sadar dengan apa yang terjadi, “Mwo? Mworago? Ani ani.. Aku tidak kesal. Yaa~ oppa menjebakku,” HyunAh memanyunkan bibirnya.

“Tidak apa-apa kalau kau kesal..,” Joongki menyerahkan beras yang baru saja dia cuci pada HyunAh lalu bersandar di meja dapur sambil tersenyum penuh kemenangan. Tangannya menepuk-nepuk kepala HyunAh dengan lembut.

“Aniyaaa.. Bukan seperti itu.. Oppa salah paham..,” pipi HyunAh memerah karena malu.

Melihat hal itu Joongki malah semakin senang, senyumnya semakin lebar dan matanya tidak lepas dari HyunAh yang membuat HyunAh makin salah tingkah.

Kring kring.

Tiba-tiba smartphone Joongki berbunyi.

“Yoboseyo hyungnim.. Ne.. Hyungnim sudah di bawah? Baiklah, aku akan segera ke bawah.. Ne..,” Joongki menutup teleponnya.

“Pulanglah, oppa tidak boleh terlambat ke lokasi syuting..,” kata HyunAh tanpa menatap Joongki, pipinya masih memerah.

“Eoh.. Ohya, setelah syuting filmku selesai, aku mengundangmu untuk makan malam di rumahku,” ajak Joongki sambil mencuci tangannya.

HyunAh langsung menatap Joongki. Matanya membesar karena senang.

“Jinjja? Gomawo, oppa.. Gadis-gadis itu pasti senang mendengarnya..”

“Ani… Hanya kau..,” ujar Joongki.

Kali ini HyunAh menatap Joongki dengan bingung.

“Maksudku, aku hanya mengundangmu..,” Joongki balas menatap HyunAh dengan serius.

“Hanya aku? Yang lain tidak?”

“Eoh. Jangan beritahu mereka. Tenang saja, aku tidak akan menyuruhmu memasak.”

“Wae? Waeyo? Kenapa hanya aku?”

Tanpa diduga Joongki memeluk HyunAh lalu berbisik di telinga HyunAh, “Sebagai permintaan maaf karena sudah membuatmu kesal selama ini..”

“Annyeong..” pamit Joongki setelah melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkan HyunAh yang berdiri terpaku di dapur.

Enjoy ^^