Game of Love Part 10

Ah, jeongmal mianhae! Lama banget update tulisannya, maafiiin. Masih ada sekitar 3 part lagi untuk seri ini. Mohon ditunggu ya, dan jangan lupa komennya! *hug*

“Sajangnim?” Aku membuka pintu ruangan Seunghyun sajangnim, namun dia tak terlihat dimana-mana. Apa jangan-jangan dia mengerjaiku karena aku hari ini tidak masuk ke kantor tepat waktu?

“Yaaaaa! Choi Seunghyun! Kau membuatku naik taksi dari apartemen Woobin oppa ke rumahku untuk ganti baju lalu ke kantor cuma gara-gara kau menghubungiku. Kau tidak tau apa betapa mahalnya naik taksi!”

“Sekretaris Choi?” Aku menengok ke arah suara tersebut. Oh tidak, Choi Jinhyuk sajangnim! Aku lupa menutup pintu ruangan Seunghyun sajangnim, ditambah aku mengomel-ngomel sendiri, dia pasti mendengarkan ocehanku tadi! Bersiap untuk dipecat oleh kakak bosmu yang super tampan ini, nona Choi!

“Ah, annyeonghaseyo Choi Jinhyuk sajangnim,” Aku langsung membungkuk memberi salam kepadanya, memasang tampang tak terjadi apa-apa tadi. “Seunghyun sajangnim sedang tidak ada di tempat. Ada yang bisa aku bantu?”

“Aku tidak sedang mencari Seunghyun,” Jinhyuk sajangnim sedikit menahan tawanya, pasti tadi ekspresiku amat sangat bodoh. “Aku mau bertemu denganmu.”

“Aku?”

Jinhyuk sajangnim menyodorkan sebuah gulungan perkamen berwana peach. “Lusa aku akan bertunangan. Aku sengaja datang untuk menyampaikan undangan ini kepadamu.”

Aku mengambil undangan itu dengan tampang sedikit kebingungan dan banyak patah hati.
Continue reading

Let Me Hold The Moon part 14

By @gurlindah93

 

Aku merasa seluruh tubuhku kaku tidak bisa digerakkan. Kami berdua sama-sama terdiam hanya terdengar desahan nafas kami berdua.

“Kita harus di sini sampai kita yakin dia sudah pergi” bisik Eric memecah kesunyian. Aku mengangguk mengiyakan.

“Kalau dia menemukan kita, kamu harus mengikuti apa yang kulakukan. Turuti saja aku” perintahnya. Sekali lagi aku mengangguk.

Baru saja aku selesai berdoa agar Ilwoo tidak menemukan kami tiba-tiba pintu terbuka. Aku sudah tidak bisa berpikir apa yang harus kulakukan jadi aku menunggu apa yang akan Eric lakukan dan aku akan mengikutinya seperti perintahnya.

Dengan secepat kilat Eric menempelkan bibirnya ke bibirku.

Menuruti perintahnya aku membalas ciumannya karena ini adalah perintah jadi tidak ada alasan bagiku untuk membantahnya, walau aku tidak tahu kenapa dia melakukannya. Yang pasti dia melakukan sandiwara ini untuk menolongku, seperti yang selama ini sudah sering dia lakukan.

Continue reading

Game of Love Part 9

Hal pertama yang aku lihat saat membuka mataku adalah wajah Woobin oppa.

Tunggu Woobin oppa?

“AAAAAAAAAAAAAAA!!!” Aku langsung bangkit dari tidur begitu sadar aku tidur berhadapan dengannya.

“Kau berisik!” Woobin oppa membuka matanya dengan malas. “Ini masih pagi, Choi Jihyo.”

Aku panik mengingat apa yang terjadi tadi malam. Hujan, petir, tidur bersama. Apa? Kau tidur bersama dengan mantan tunanganmu Choi Jihyo?!?!

“Sadar Choi Jihyo, sadar,” Aku berusaha menghipnotis diriku bahwa semuanya baik-baik saja. Aku meraih smartphoneku di samping bantal. 20 miscall dari Seunghyun sajangnim. Dia pasti akan membunuhku begitu aku sampai kantor.

“Sudah kubilang ini kan masih pagi,” Woobin oppa menarik tanganku hingga aku tersungkur ke kasur. Ia dengan cepat menaruh tangannya ke pinggangku dan kakinya di kakiku, mengunciku hingga aku tidak bisa bergerak.

Continue reading

Game of Love Part 8

Saat aku membuka mataku, aku hanya melihat pungggung Seunghyun oppa menjauhiku dan Woobin oppa masih berdiri terpaku di sana.
Tubuhku melemas, sejujurnya aku takut tadi Woobin oppa akan memukul Seunghyun oppa. Tentu saja akan jadi masalah besar lainnya jika benar-benar terjadi.
Aku berusaha menggerakkan kakiku masuk ke rumah, aku terus menundukkan kepalaku, melewati Woobin oppa. Aku tidak mau melihat reaksi wajahnya saat Seunghyun oppa yang tiba-tiba saja menciumku di depannya.
Sejujurnya, jauh di dalam hatiku, aku sangat berharap dia menarikku saat Seunghyun oppa menciumku, menjauhkanku dari Seunghyun oppa dan mengatakan bahwa aku tunangannya. Namun itu tidak akan pernah terjadi bukan?
“Kau mencintainya?” Aku bisa mendengarkan bisikannya di belakangku, Aku tidak peduli. Aku sudah menutup semua keinginanku untuk bersama Woobin oppa. Aku akan masuk ke rumah, berbicara kepada kedua orangtua kami bahwa aku dan Woobin oppa tidak akan pernah bisa bersama.
Continue reading

Flying, Deep in The Night

Aku tahu tidak ada  yang aku buru. Ini sudah jam 1 pagi. Tidak ada jalanan macet. Tempat tidurku pun tidak akan lari kemana-mana. Aku bisa istirahat di dalam mobil karena aku tidak perlu menyetir, aku punya supir. Aku juga baru akan kembali ke kantor hari Senin jam 10 pagi, masih 2 hari lagi. Aku masih punya banyak waktu. Namun, tampaknya otakku tidak sejalan dengan logikaku. Aku meminta supirku untuk memacu mobilku sekencang yang ia sanggup agar aku lebih cepat sampai di rumah.

Aku sadar tidak ada yang aku buru. Rumahku masih berada di tempatnya dan para penghuninya pun tampaknya terlelap nyenyak di atas tempat tidur mereka masing-masing. Kecuali aku, yang segera berlari masuk ke dalam rumah begitu supirku memberhentikan mobilku di depan pintu masuk. Aku terus berlari, melewati berbagai ruangan dengan meninggalkan berbagai jejak. Sepatu di ruang tamu, jas di tangga dan dasi di ruang makan. Aku terus berlari sampai ke rumah yang lebih kecil yang berada di belakang rumah utama.

Continue reading

Red Marks

annyeong yeorobun!!
Akhirnya aku muncul lagiiii setelah hiatus yang menyumbat ide2 di kepalaku…

FF ini terinspirasi dari timeline twitter yang membahas red marks di leher Kyuhyun yang sampai detik ini belum kita ketahui apa penyebab sebenarnya. Huahhahaha!

Hope you enjoy!!

image

Continue reading

Game of Love Part 7

“Appa dan eomma akan berbicara dengan Woobin dan orangtuanya nanti malam,” Appa menyendokkan sup yang masih panas ke dalam mulutnya. Aku memandangi appa dengan seksama, aku tau appa terlihat sangat tenang menanggapi insiden Woobin oppa dan Soohee di Jeju, namun aku adalah anak appa hampir selama 24 tahun, aku tau jika namja di depanku ini sangat khawatir dengan anaknya.

“Appa, apa itu perlu?” Aku meminum air perasan lemon yang aku buat sendiri. Aku tidak berniat sama sekali makan jika sedang membahas mengenai Kim Woobin.

“Jihyo, kita kan perlu tau apa alasan Woobin tidak melarang selebriti itu saat mengaku-ngaku sebagai kekasihnya,” Eomma menyodorkan semangkuk bubur kepadaku, aku menggeleng.

“Mengapa appa dan eomma tidak langsung saja membatalkan pertunanganku dan Woobin oppa sih?” Akhirnya aku mengatakan hal ini juga. Aku tidak boleh mundur lagi, aku sudah menetapkan hatiku saat di Jeju, aku tidak akan mau hidup bersama Kim Woobin.

Continue reading

Game of Love Part 6

Annyeeeong, jumpa lagi dengan author hehehe. Tumben author updatenya cepet, abis nonton filmnya Woobin oppa The Con Artists jadi aja wangsit bermunculan hihihi. Terima kasih yang udah baca dan jangan bosen-bosen komennya :D

Aku sepertinya harus berterima kasih pada Jongsuk oppa karena telah memilihkan kamar dengan view yang bagus untukku. Bagaimana tidak, dari balkon kamarku, aku bisa melihat pemandangan pulau ini. Karena kamarku berada di lantai tiga, jadi sangat terlihat seluruh area kolam renang yang sangat cantik, rasanya kalau bisa terjun langsung tanpa sedikit pun terluka, aku ingin terjun saat ini juga.

Aku memejamkan mataku, menikmati hembusan angin yang menerpaku seolah-olah mengatakan selamat datang di pulau ini. Aku dengan perlahan bernapas dengan udara di pulau ini, udaranya bersih sehingga saat menenangkan seluruh tubuhku.

Aku membuka mataku saat mendengar teriakan melengking yang datangnya dari area kolam renang.
Continue reading

Game of Love Part 5

Sudah dua hari ini Seunghyun sajangnim bersikap aneh, mmh, bukan aneh juga sih, seharusnya aku bahagia. Dua hari ini, dia tidak memerintahkanku untuk yang aneh-aneh. Dia juga selalu membicarakan perkara pekerjaan, tanpa membicarakan hal yang lain.

Seharusnya aku senang, namun kenyataannya tidak. Aku tau mengapa dia bersikap seperti ini.

“Sajangnim,” Aku mendapatinya sedang memegang frame photo yang ada di mejanya. “Sajangnim ada meeting dengan Lee Corp. pukul 10.00 nanti.”

Aku bisa melihat
Continue reading

Game of Love Part 4

Aku memandangi jam tanganku, satu menit lagi jam tanganku akan menunjukkan pukul 08.00 pagi, pasti sebentar lagi bos kesayanganku itu akan segera muncul membuka pintu ruangannya.

Daaaaaan, betul! Seunghyun sajangnim muncul sambil menenteng iPad nya, ia bahkan tidak melihat aku yang sejak tadi menunggunya di dekat ruangannya. Ia malah langsung masuk ke ruangannya.

“Sajangnim?” Aku membuka pintu ruangannya dan memasang tampang karyawan berprestasi. “Boleh masuk?”

“Kau sudah datang sepagi ini?” ujar Seunghyun sajangnim tanpa melihatku, matanya tak lepas dari layar iPadnya. “Oh, matamu tidak terlihat bengkak.” Kini perlahan ia melepaskan pandangannya dari layar iPadnya menuju ke wajahku.

“Itu dia masalahnya, sajangnim,” Aku
Continue reading

Game of Love Part 3

Annyeeong! Maaf banget baru di update kelanjutanya sekarang. Semoga masih ada yang inget dengan series ini. Kalau ada yang lupa, jangan lupa kunjungi library yaaah untuk baca part 1 dan part 2 nya hehehe *promosi*

Aku mencoba untuk berjalan normal dengan stiletto ini, namun tidak bisa. Kakiku masih sedikit terasa sakit karena terkilir, padahal ini sudah seminggu sejak kejadian itu berlalu.

“Hyonnie, mana Woobin?” Kim ahjumma menepuk pundakku. Aku hanya bisa menunjukkan senyum panikku. “Uhm, tadi ada, ahjumma.” Sebenarnya, sejak aku datang ke pesta ini setengah jam yang lalu, aku belum melihat Woobin oppa.

“Dia tadi menjemputmu, kan?” Kim ahjumma berusaha menelisik ekspresi wajahku, mencoba
Continue reading

We Fight and Make Love

THE MOST ROMANTIC COUPLE OF THE YEAR
By : Top Class Socialite

Aku cukup membaca judulnya dan melihat foto pria paling menyebalkan sedunia yang sedang menciumku di pinggir pantai dengan penuh kasih sayang sekaligus penuh nafsu, entah bagaimana website ini bisa mendapatkan foto tersebut. Aku tidak perlu membaca isinya yang pasti mengagung-agungkan pernikahan kami seolah pernikahan kami adalah pernikahan terbaik sepanjang sejarah. Aku sudah hafal kebiasaan website satu ini.

Continue reading