That Lady (Part 3)

September 2015

“Eo, Kyung soo ya~” panggilku pada sosok pertama yang kutemui di lobby

“Eo Joongki hyung~ sedang apa disini?” pekik Kyung Soo dengan mata lebar nya

“Menemuimu” jawabku sekenanya

“Eiyhh, kalau untuk menemuiku hyung tidak mungkin datang ke SM, hyung pasti menelpon dan menyuruhku datang ke apartemen mu.. Hyejin noona?”

“Ani~ Hyejin sedang tidak di Korea, dia sedang liburan ke Eropa” sahutku cepat menengok kesana kemari memandang sekeliling

“Hyung mencari siapa?” tanya Kyung Soo yang mungkin heran melihat gerak gerikku

“HyunAh” jawabku singkat

“Hyun noona?!” suara Kyung Soo menyiratkan penuh tanda tanya

“Eo.. Kau melihatnya?”

“Waeyo?” tanya Kyung Soo lagi dengan nada yang mulai naik tanda ia penasaran

“Eo?”

“Waeyo hyung mencari noona?” dengan nada tegas Kyung Soo mulai mengintrogasiku

“Wae? Tidak boleh?”

“Ani~ aku merasa ada sesuatu yang salah”

“Eo?”

“Tidak biasanya hyung mencari noona, aneh”

“Kyung Soo ya~ apa kau lupa aku siapa.. Na Song Joong Ki.. Song Hye Jin leader’s oppa.. Nae dongsaeng Super Girls’s leader, HyunAh Super Girls member.. Apanya yang aneh kalau aku mencari nya” cerocosku asal

“Arraaayo hyung, tapi itu bukan alasan kau mencari HyunAh noona.. Dan lagi bukannya kau sibuk shooting?? Kenapa masih sempat kemari mencari noona..”

“Eishh, sudah jangan banyak tanya” sahutku kesal

“Joong Ki Oppa?” tiba-tiba aku mendengar suara dari yeoja yang aku cari

“Hyun~”

“Noona~ sejak kapan kau dekat dengan Joong Ki hyung? Kok aku tidak tahu? Noona benar dekat dengan Hyung? Apa hubungan noona dengan hyung sampai-sampai Top Actor yang sedang sibuk shooting pun menyempatkan datang kemari untuk noona. Hyung~ jangan-jangan.. Yang dimaksud oleh In Sung Hyung dan Kwang Soo Hyung itu HyunAh noona??”

“Ya~!!” / “Kyung Soo ya~” sahutku dan HyunAh bersamaan

“Eishh, anak kecil pergi saja sana~” usirku

“Catch you later Kyung Soo ya~” tak sepertiku, HyunAh mengusir Kyung Soo dengan halus

“Eiyyhh Hyuung~! Noona~! Arasseooyo” Kyung Soo meninggalkan kami dengan kesal

“So, Joong Ki oppa~ ada yang bisa ku bantu?” tanya HyunAh begitu Kyung Soo pergi

“Eiyyhh Hyun~ kenapa formal sekali begitu~”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Memelukku mungkin?” respon ku atas pertanyaan HyunAh sambil merentangkan kedua tangan ku

“Oppa~”

“Shireo? Mencium pipiku mungkin?” respon ku selanjutnya sambil menyodorkan pipiku

“Ya~”

“Yaa~?? Begitu caramu berbicara pada oppa?”

“Aniyo Oppa~ Mianhaeyo.. Maksudku cukup bercandanya..”

“Huh aneh padahal aku tidak sedang bercanda”

“Kenapa Oppa datang ke SM?”

“Bogoshipo”

“Aigoo~”

“Tidak percaya?”

“Aku kan sudah bilang, sudah cukup bercanda nya Oppa~”

“Aku kan sudah bilang aku tidak sedang bercanda.. Tak bisakah kau merespon dengan ‘bogoshipo do’?”

“ ….. “

“Kenapa kau tiba-tiba tidak membalas chat ku dan kemudian telpon mu tak bisa dihubungi?”

“Ah~ mianhaeyo oppa, battery ku habis dan aku tak membawa charger”

“Aigoo Hyun~ Kalau pertanyaan begini kau selalu menjawab tapi pertanyaan-pertanyaan pentingku tidak kau jawab.. Aku tanya bagaimana kalau denganku saja, kau diam.. Aku bilang kangen padamu, kau tak merespon.. Bagaimana jadinya jika aku bilang aku cinta padamu..”

“Oppa!!” pekik HyunAh sambil membekap mulutku dan mendorong ku ke samping agar kami tertutup oleh pilar tinggi yang menghiasi lobby SM

“Wae~” kata pertama yang keluar dari mulutku begitu HyunAh melepaskan tangannya

“Ini ditempat umum, bagaimana jika ada yang mendengar candaanmu”

“Sudah aku bilang aku tidak bercan- “ kalimatku terputus begitu aku melihat semu merah di wajah HyunAh

“Kata-kata ku yang mana yang kau takut terdengar orang?” tanyaku lembut sambil menatap mata HyunAh

“Eo?” jawab HyunAh tidak siap

“Emm ‘bagaimana kalau denganku saja?’ kata-kata yang itu kah?” tanyaku sambil mendekatkan wajahku ke wajah HyunAh

“Eo?” respon HyunAh yang mulai salah tingkah

“Emm ‘bogoshipo’? tanyaku sambil menarik pinggang HyunAh agar ia mendekat

“Opp oppa~”

“Atau ‘aku bilang aku cinta padamu’? tanyaku lagi sambil menarik HyunAh semakin dekat ke pelukanku

“Oppa~”

Aku mendekatkan wajahku ke wajah HyunAh dan semu merah di wajah HyunAh semakin jelas

“Sebentar lagi ulang tahun ku dan tak lama setelah itu aku akan pergi shooting di luar negri selama satu bulan.. Apa kau tidak mau merayakan ulang tahunku?”

“Eo? Eo okay..” HyunAh semakin gugup di pelukan ku

“Kau tidak bertanya aku mau kado apa?”

“Eo? Eo.. Oppa mau kado apa?”

Aku mendekatkan bibirku ke telinga HyunAh

“Semalam bersamaku? Otte?” bisikku

“ ….. “

         ‘Haruman nibangui chimdaega dwegoshipo~ oh baby~’

Aku merasakan handphone HyunAh bergetar seiring dengan lagu Hug mengiringi padahal aku sedang berusaha mendekatkan bibirku ke bibir HyunAh

“Opp Oppa~ handphone ku berbunyi” kata HyunAh menghentikan usahaku

Aku menghela nafas

“Tak bisakah kau abaikan saja?”

“Mianhaeyo”

“Nugu? Yonghwa? Joon?”

“Aniyo”

“Lalu kali ini siapa? Yoochun?”

“Yunho Oppa”

“Bukannya dia sedang wajib militer?”

“Aku menyimpan nomor telpon regu nya”

Mau tak mau aku melepas pelukan ku, ingin rasanya aku membuang jauh-jauh handphone HyunAh.. Benda satu itu selalu menggangguku.. Mungkin lain kali aku harus menyembunyikan benda menyebalkan itu ketika aku sedang bersama HyunAh

“Oppa~” panggil HyunAh setelah ia menutup telpon nya

“Aku harus pergi.. Yonghwa oppa dan Joonie oppa sudah menungguku diluar. Kami akan mengunjungi Yunho oppa”

“Tto? Yonghwa dan Joon? Plus sekarang Yunho..” tampaknya mereka adalah PR pertamaku jika aku ingin bersama HyunAh

“Mianhaeyo., Oppa~”

“Araseo, Ka~” jawabku dengan nada kecewa tanpa menatap HyunAh

HyunAh bergegas pergi meninggalkanku yang masih terdiam bersandar pada pilar, meratapi kegagalanku kesekian kali nya

~chu~ tiba-tiba aku merasakan kecupan di pipiku, aku menoleh dan melihat HyunAh dengan nafas yang tersengal-sengal

“I’ll call you later.. Jangan marah padaku.. Annyeong” seru HyunAh malu-malu kemudian melarikan diri

“Jangan lupa jawab pertanyaanku yang terakhir!” teriakku pada HyunAh yang sudah sampai di pintu lobby dengan senyum lebar menghiasi wajahku

 

 

That Lady – Part 2

August 2015

     ‘Yeoboseyo Hyejin a~’

     ‘Eo Oppa?’

     ‘Kalian jadi kemari?’

     ‘Eo wae? Shireo?’

     ‘Ani~ asal kalian tidak datang dengan tangan kosong’

     ‘Eiyhh tentu saja! Aku sudah menyiapkan Food Truck untukmu, Oppa’

     ‘Food Truck? Hanya itu?’

     ‘Kau mau apalagi?’

     ‘Makanan kesukaanku’

     ‘Eishh, tak ada yang memasak~’

     ‘HyunAh?’

     ‘Eobso’

     ‘Eodi?’

     ‘Wae?’

     ‘Eodi~?’

     ‘Joonie Oppa’

     ‘Aisshh!’

     ‘Wae?!’

     ‘A ani~ Hye’

     ‘Wae~?’ 

     ‘Jadi kalian hanya ber-empat? ‘

     ‘Wae wae?’

     ‘A ani~ ada mm ada die hard fans HyunAh disini’

     ‘Nugu?’

     ‘Hyejin a~ sutradara sudah memanggil, see you, bye’

 

“Joonie?? Aishh!” gerutuku

“Kemarin Yonghwa sekarang Joon, eiyhh!” gumamku kesal sambil membuka aplikasi KaTalk di smartphone ku

 

     ‘Hyun~’ 

     ‘Eo, Joongki Oppa?’

     ‘Kau tidak ikut ke lokasi shooting?’

     ‘Ah Mian~’

     ‘Wae?’

     ‘Aku sudah janji dengan Joonie Oppa’

     ‘Kau mau melarikan diri?’

     ‘Eo?’

     ‘Kau masih punya hutang padaku’

     ‘Eh?’

     ‘Kau belum menjawab pertanyaanku’

     ‘Mwo?’

     ‘Tto? Lupa?’

     ‘Oppa~ Kau menggodaku lagi~’

     ‘Harus berapa kali aku bertanya sampai kau mau menjawab?’

     ‘Oppa~!’

     ‘Yonghwa.. Joon.. Tidak bisakah berikutnya aku?’

     ‘Apa kau marah, Oppa?’

     ‘Eo!’

     ‘Yasudah kalau kau marah’

     ‘Jamkanman Hyun’

     ‘Wae? Katanya kau marah padaku’

 

“Eiyyhh, yeoja ini.. Maksud hati ingin pura-pura marah supaya dia merasa bersalah padaku dan luluh, kenapa malah jadi begini.” gumamku

 

     ‘Araseo araseo.. Aku tidak jadi marah..’

     ‘Good’

     ‘Hyun~’

     ‘Ne Oppa?’

     ‘Telpon aku kalau kau sudah selesai dengan Joon’

     ‘Wae aku harus menelpon Oppa?’

     ‘Eishh, apa harus ada alasan?’

     ‘Araseo’

 

“Aigoo, yeoja ini.. Bagaimana bisa dia membuat hatiku naik turun begini.. Padahal harusnya aku yang menggoda nya.. Kenapa dia jadi menggodaku..” gumamku kesal

 

 

Mine is Mine

image

Hae my baby, see you soon!
Big hug and deep kisses from me.
PS. You’re too cute here. I can’t wait to meet you.

Aku merasa heran dengan pesan Kakao Talk yang dikirimkan oleh Hamun. Aku tidak ada jadwal kosong sampai satu minggu ke depan. Aku akan sibuk dengan festival kesenian yang dibuat oleh Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Seoul. Jadi tidak mungkin aku bisa bertemu dengan Hamun.

See you soon, my baby Hamun.
Tapi aku rasa kita tidak akan bisa bertemu dalam waktu dekat.
Aku ada festival kesenian di tempat wamil-ku.
Mianhe, sayang.
PS. I miss you so much, my honey Hamunie.

Continue reading

Story From Year 2006

Cast :
Song Joong Ki
Song Hyejin
Cho Kyuhyun

image

Pada awalnya, aku merasa memiliki adik perempuan itu sangat menyenangkan. Aku jadi punya teman untuk aku goda kapanpun aku merasa bosan. Kencang suaranya saat menangis adalah tanda keberhasilan tersendiri untukku. Aku juga jadi punya teman untuk berbagi banyak hal, termasuk uang saku. Ketika aku memiliki kelebihan uang dan ingin belanja sesuatu tapi aku tahu aku tidak butuh apa-apa, aku punya alasan untuk membeli sesuatu. Lebar senyum Hyejin saat menerima pemberianku adalah salah satu definisi kebahagiaan untukku. Selain itu, yang paling utama sejak ia lahir, aku jadi memiliki seseorang yang membutuhkan perlindunganku. Ucapan terima kasihnya setiap aku berhasil menjauhkan laki-laki yang menganggunya merupakan kebanggaan untuk diriku sendiri.

Pada awalnya sampai ia  tiba-tiba muncul di kampusku dengan wajah sembap dan mata merah. Aku yakin sekali dia habis menangis. Ia duduk di hadapanku dengan menundukkan wajahnya tanpa bicara sepatah kata pun. Aku bertanya padanya tentang apa yang terjadi padanya sampai ia bisa menangis tapi ia tetap mengunci mulutnya rapat-rapat. Semua orang di kantin sudah menatap kami dengan curiga. Mungkin dipikir mereka aku melakukan yang tidak-tidak kepada bocah SMA ini dan ia datang meminta pertanggungjawabanku.

Tidak banyak yang tahu bahwa kami kakak beradik.

Continue reading

Dear My Sister

“Yoboseyo! Yoboseyo! Aduh! Suaramu tidak kedengaran. Yoboseyo! Telepon lagi saja nanti ya.”

Hyejin mematikan ponselnya dan aku menatapnya untuk diberikan penjelasan. “Mwo?” Tanyanya entah memang tidak mengerti atau hanya pura-pura.

“Sejak kapan kau pandai berbohong? Aku bisa mendengar suaranya dengan jelas. Apa telingamu yang rusak?” Sahutku langsung. Aku tidak ingin menempuh jalan berkelok-kelok hanya untuk menyatakan aku tidak suka dengan perbuatan Hyejin. Sebagai kakak yang bertanggung jawab, aku tidak pernah mengajarkannya untuk berbohong.

Continue reading

That Lady – Part 1

July 2015

“CHUKKAEEE FOR YOUR DRAMA!!”

Baru membuka pintu apartemen, lagi-lagi aku disambut oleh suara memekakkan telinga dan pelukan bertubi-tubi, siapa lagi kalo bukan yeojadeul dongsaengdeul kesayanganku..

“Oppa kau beruntung sekaliii shooting dengan goddess eonni!! Kenalkan aku padanya.. Yaa yaa? Aku fans nya! Aku ingin ngobrol dengan nya tentang make-up, fashion, beauty aahhh~”

Si centil, Park MinAh

“Gampang, datanglah ke lokasi shooting, MinAh ya”

“Asssaa!!”

“Oppa~! Untuk kali ini saja kabulkan keinginanku.. Seo Dae Yeong.. Ani.. Jin Goo oppa.. Kenalkan aku padanyaaa~ Eung eung?? Tapi jangan bilang Kyuhyun..”

Si nona bawel nae dongsaeng, Song HyeJin yang sudah lupa dengan Lee Jin Ki tampak nya.. Padahal dia satu drama denganku..

“Apa kau sudah lupa pada Jin Ki?”

“Eiishh!!”

Continue reading

Brother Likes Her

“Hyejin-ah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu,” ujar Joong Ki di minggu pagi yang cerah di sebuah balkon hotel yang menghadap ke laut ditemani hembusan angin yang membuat sejuk kulitnya. Hyejin menyahut panggilan kakaknya dengan sebuah anggukkan sembari memotong-motong roti untuk kakaknya dan dirinya sendiri.

“Aku sedang menyukai seorang wanita,” kata Joong Ki dengan jujur. Sebagai kakak yang baik dan sangat menyayangi adiknya, Joong Ki memiliki prinsip tidak boleh ada yang ditutup-tutupi dari adiknya dan begitu juga sebaliknya. Sebagai adik yang baik dan juga sangat menyayangi kakaknya, Hyejin menghargai prinsip keterbukaan yang diterapkan Joong Ki meskipun kadang itu membuatnya kesal.

Hyejin menusukkan garpunya pada sepotong roti lalu menyuapkannya ke mulut Joong Ki. “Oppa makin kurus. Makan dulu,” paksa Hyejin lalu memakan rotinya sendiri setelah Joong Ki mengunyah roti yang disuapkan Hyejin.

Continue reading

That Lady (Teaser)

June 2015

 “Kwang Soo ya~ apa kau sudah punya yeochin?” tanyaku tiba-tiba

 

“Wae? Kau mau mengenalkanku dengan salah seorang temanmu?”

 “Hmmm… boleh..”

 “Assaaaa~! Siapa Oppa? Apa dia menarik?”

“Tentu sajaaa~”

“Okay kan? Kau tidak memilihkan sembarangan kan?”

“Tenaanngg.. Aku kenal baik dengan nya.. Tentu pilihan..”

“Jjinjja? Nuguu? Apa dia Aktor?”

“Yup”

“Nuguu? Nuguu? Ahn Jae Hyun? Ji Chang Wook? ataauu Park Seo Joon??”

“Lee Kwang Soo”

 

“Wae? Waaee? Kau mau memberiku nomor telepon yeoja??” sahut Kwang Soo bersemangat.

“Nugu? Girlband member? Yeppo? Uri nara yeoja animyeon Thailand yeoja?” lanjut Kwang Soo

“Eo.. Uri nara yeoja.. Girlband member.. Neoomuu yeppo..”

“Kau tidak sedang menipuku kan, Joong Ki ya~?”

“Ani, aku serius”

 

“Kalau begitu, bagaimana kalau kau denganku saja??”

 

“Tapi tidak jadi ah” lanjutku spontan.

“Eiisshh!! Hyung~! In Sung Hyung! Joong Ki punya kenalan yeoja cantik dan single tapi merahasiakannya dari kita! Hyung~! Jo In Sung Hyung~!!”

 

Entah mengapa aku tiba-tiba mengurungkan niatku

 

Note:  The Ladies

Sweet Morning Touch

Seoul, 8 April 2016

Sudah bukan masanya lagi ayam berkokok pagi-pagi buta untuk membangunkan manusia-manusia yang sedang terlelap nyenyak melepaskan kelelahan mereka. Ini sudah masanya ponsel pintar berdering nyaring tepat pada waktu yang telah diatur namun bisa diulur oleh yang merasa terganggu. Namun bagi sebagian orang, perubahan ayam menjadi ponsel pintar sama sekali tidak ada pengaruhnya.

Pria 28 tahun itu akan bangun jika ada orang yang membangunkannya.

“Kyuhyun-ah! Cho Kyuhyun!” Seruku yang sudah pusing mendengar bunyi alarm dari telepon genggam Kyuhyun yang sangat menyakitkan telinga. Masih dengan mata terpejam, aku mematikan alarm yang dipasang Kyuhyun untuk membangunkanku lalu menepuk-nepuk bahu Kyuhyun untuk membangunkan pria itu. “Kyuhyun-ah, bangun! Alarm-mu sudah bunyi!”

Continue reading

Love is Expensive

Mungkin Hyejin sedang dalam tingkat kejenuhan yang sangat tunggi sehingga mampu membuatnya secara mendadak memesan tiket pesawat dan penginapan terbaik di Jeju. “Temani aku,” kata Hyejin kepada sahabatnya yang menolak dengan halus ajakan Hyejin karena mereka masih punya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Continue reading

Define Romance

Define Romance

Menurut kamus besar bahasa yang kita junjung tunggi, romantis adalah sesuatu hal yang bersifat mesra. Sedangkan menurutmu beberapa wanita, romantis mungkin bisa digambarkan dengan makan malam berdua di sebuah restoran atau sebuket bunga mawar merah segar atau sebuah cincin yang disematkan di jari manis mereka tidak peduli terbuat dari apa cincin tersebut. Namun bagi seorang Song Hyejin, romantis adalah ketika seorang pria datang menawarkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan yang paling ia benci.

Continue reading

Late Night Oppa Saranghae!

“HYUUNG! AARGH!” Teriakan itu. Aku sangat benci teriakan itu. Teriakan yang kapan saja bisa membuatku terbangun dari aktivitas yang paling aku sukai, tidur. Sambil mengumpat kesal, aku turun dari tempat tidurku dan keluar menghadapi penyebab aku harus mengomel di jam 2 pagi. “YAK CHO KYUHYUN! SONG JOONG KI! KALAU KALIAN MASIH INGIN MAIN DENGAN TENANG, KELUAR DARI RUMAH INI!”

Continue reading