Enjoy!

image

Nyonya Cho melangkahkan kakinya dengan cepat menuju pintu rumahnya ketika bel yang terpasang berkali-kali berbunyi. Tanpa perlu bertanya, ia sudah tahu siapa yang mengganggu kegiatan memasaknya. “Sabar, Kyuhyun-ah!!!” Seru Nyonya Cho yang tampaknya didengar oleh anak laki-lakinya tersayang, Cho Kyuhyun.

Bel berhenti berbunyi. Nyonya Cho membuka pintu rumahnya dan langsung menemukan pria yang sangat ia kenali. “Senang bertemu kembali denganmu, Nak,” ujar Nyonya Cho sambil memeluk Kyuhyun dan tidak lupa beberapa kecupan di kedua pipi gempal anaknya.

Setelah puas, Nyonya Cho melihat ke bagian belakang Kyuhyun. “Mana Hyejin? Dia tidak jadi datang?” Tanya Nyonya Cho dengan nada kecewa.

“Tidak jadi. Hyejin masih banyak pekerjaan,” jawab Kyuhyun dengan nada menyesal.

Nyonya Cho terlihat sangat kecewa. Wajah cerianya seketika berubah menjadi lesu. Kyuhyun menyeringai lebar melihat wajah eomma-nya. “Aku bercanda. Hyejin akan datang begitu pekerjaannya selesai. Apa eomma begitu merindukan Hyejin? Tidak merindukan anakmu yang paling tampan ini?” Canda Kyuhyun.

Nyonya Cho menyuruh Kyuhyun untuk masuk. “Jujur, aku lebih merindukan Hyejin dibanding dirimu,” katanya sambil menutup pintu. Kyuhyun tersenyum lebar lalu memeluk eomma-nya dengan erat.

“Aku merindukan eomma,” ucap Kyuhyun dengan nada sok imut yang dibuat-buat membuat nyonya Cho buru-buru menyingkirkan pria berusia 27 tahun tersebut.

“Sejujurnya, aku memang lebih merindukan Hyejin daripada dirimu. Kalau Hyejin datang, hidupku terasa lebih meriah. Ya Tuhan, kenapa tidak Hyejin saja yang jadi anakku?”

“Eomma….” Rengek Kyuhyun sebal membuat nyonya Cho menyengir lebar.

“Aku bercanda, sayang. Aku juga merindukanmu,” kata nyonya Cho sambil tertawa tanpa merasa bersalah sedikit pun namun bibir Kyuhyun sudah maju beberapa sentimeter menunjukkan kekesalannya. “Apa-apaan sih kau? Masa cemburu pada kekasihmu sendiri? Harusnya kau bersyukur aku menyukai kekasihmu. Lihat di luar sana betapa banyak gadis yang tidak cocok dengan ibu mertuanya.”

Bibir Kyuhyun tertarik mundur, berubah menjadi sebuah senyuman lebar. “Eomma, gomawoyo. Saranghae!” Ucap Kyuhyun sambil bergelayut manja di lengan nyonya Cho.

“Nado saranghae. Sudah ke kamarmu sana. Istirahat sebentar lalu mandi. Aku sedang memasak makan malam. Appa dan Ahra juga akan pulang sebentar lagi. Aku harap Hyejin tidak terlambat untuk makan malam.” Nyonya Cho berceloteh sambil berjalan kembali ke dapurnya sedangkan Kyuhyun beranjak ke kamarnya.

—-

“Eomma!!!!! Lihat siapa yang datang!!!” Nyonya Cho buru-buru mematikan kompornya dan bergegas keluar dari dapur begitu mendengar teriakan anak perempuannya.

“Hyejin-aaaah!!!” Seru nyonya Cho begitu gembira melihat gadis yang berdiri di sebelah Ahra. Dengan erat, nyonya Cho memeluk gadis itu. “Kau makin kurus. Kyuhyun makin gemuk. Apa dia tidak mengurusmu dengan baik?”

Hyejin tertawa geli. Nafsu makan Hyejin sama besarnya dengan yang dimiliki Kyuhyun tapi entah mengapa makanan yang mereka makan hanya akan menjadi ampas untuk Hyejin sedangkan menjadi lemak untuk Kyuhyun.

“Senang bertemu lagi dengan eommoni,” ujar Hyejin disertai sebuah ciuman hangat di pipi wanita setengah abad lebih itu.

“Apalagi aku, sayang,” sahut nyonya Cho yang tidak kunjung melepaskan Hyejin dari pelukannya. Terlihat jelas bahwa ia memang betul-betul merindukan orang ketiga di antara dirinya dan Kyuhyun itu. “Kau belum makan kan? Aku sudah masak sup rumput laut kesukaanmu. Mau mandi dulu atau makan dulu?”

“Apa eomma sudah selesai memasak? Biar aku bantu,” kata Hyejin.

Nyonya Cho tersenyum lebar. “Semua sudah siap. Kau tidak perlu repot-repot. Besok pagi saja bantu aku menyiapkan sarapan.”

“Siap!” Seru Hyejin seperti prajurit mematuhi perintah pimpinannya lalu tertawa.

“Kau dan Ahra istirahat saja dulu sambil menunggu aboeji pulang. Dia sudah dekat katanya,” ujar nyonya Cho lalu mendorong dua gadisnya pergi ke kamar Ahra. “Kaaa…”

Ahra menggandeng tangan Hyejin dan mengajak gadis yang 6 tahun lebih muda darinya itu menuju kamar tamu. “Karena aku sudah menikah, kau tidak bisa tidur lagi denganku. Maafkan aku. Tidak apa-apa kan?”

“Aku mengerti, eonni.”

“Tapi aku akan coba bicara dengan suamiku nanti. Biar ia yang tidur di kamar tamu dan kau tidur denganku,” kata Ahra berubah pikiran saat melihat Kyuhyun yang sudah berdiri di depan kamar tamu dengan wajah berseri-seri. “Kau tidak akan aman jika aku tinggal sendirian. Aku tahu watak adikku ini,” lanjut Ahra sambil menunjuk-nunjuk Kyuhyun dengan tangannya.

Hyejin nyaris meledakkan tawanya kalau tidak ingat ia sedang berada di rumah keluarga Cho dimana ia harus bersikap lebih manis meskipun Kyuhyun sudah tahu kelakuan aslinya. Anggap saja, menjaga nama baik di depan keluarga kekasih.

Kyuhyun tidak peduli dengan apa yang dikatakan kakaknya. Senyumnya tercetak cerah di wajahnya. Dengan tidak sabaran Kyuhyun mendorong Ahra masuk ke kamarnya, “Mandi sana. Jangan ganggu kami.”

“Aku bersumpah kau tidak akan selamat jika berani berbuat macam-macam pada Hyejin,” ancam Ahra cukup keras lalu menengok pada Hyejin dengan sebuah peringatan, “Kau harus hati-hati. Kalau bocah ini menyakitimu, teriak saja.”

“Aku tidak mungkin menyakiti Hyejin. Sudahlah, masuk sana,” paksa Kyuhyun dan Ahra pun menghilang dari hadapan sepasang kekasih itu.

Kyuhyun berdiri di hadapan Hyejin dengan seringaian lebar yang sangat menggemaskan namun juga mengerikan. “Aku akan teriak kalau kau menyakitiku,” ucap Hyejin dengan galak tapi tidak mengendurkan keinginan Kyuhyun untuk segera memeluk kekasihnya.

“Kau tahu aku tidak akan menyakitimu. Aku akan memperlakukanmu dengan lembut, pelan-pelan seperti biasa,” sahut Kyuhyun dengan tenang. Tangan kanannya sudah membuka pintu kamar tamu. “Silahkan.”

Kyuhyun tidak membuang banyak waktu. Ia langsung menutup pintu dan menghimpit Hyejin. “Kau membuatku menunggu terlalu lama,” ucap Kyuhyun lalu menyerang bagian-bagian tubuh Hyejin yang sangat disukainya, leher dan bahu.

Hyejin hanya tertawa melihat perbuatan Kyuhyun. Ia tahu pria itu hanya terlalu merindukannya sama seperti ia juga terlalu merindukan Kyuhyun. Hyejin menarik pinggang Kyuhyun untuk semakin dekat dengannya hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka.

“Aku sudah melihat foto untuk album baru SJ,” kata Hyejin di sela-sela keasyikan Kyuhyun meluapkan kerinduannya.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Kyuhyun buru-buru karena ia belum selesai dengan pekerjaan barunya, mengukir kissmark di bahu Hyejin.

“Yang pertama kali ada di pikiranku adalah kau seksi, membuat aku ingin menaiki tubuhmu,” jawab Hyejin jujur. Memang itu hal pertama yang terlintas di pikirannya ketika melihat foto Kyuhyun untuk album ‘DEVIL’ terbaru SJ versi hitam-putih.

Kyuhyun melepaskan ciumannya dan menatap Hyejin dengan intens. “Jangan menggodaku. Sejak kapan kau punya otak mesum seperti itu?”

“Mungkin sejak aku sadar aku sudah terlalu lama mengenalmu,” kata Hyejin lalu menyerang bibir Kyuhyun, menciumnya penuh-penuh. “Giliranku.”

Hyejin terlalu sibuk dengan ciumannya sehingga ia tidak sadar Kyuhyun sudah menggendongnya dan memindahkannya ke atas tempat tidur. “Aku capek berdiri, sayang,” alasan Kyuhyun melihat tatapan Hyejin saat menyadari dirinya tidak lagi bersandar pada daun pintu melainkan duduk di pangkuan Kyuhyun dengan kakinya yang melingkar ketat di pinggang pria itu.

“Payah,” ucap Hyejin.

Kyuhyun merapikan rambut Hyejin, menyelipkan helaian-helaian yang jatuh ke depan wajah Hyejin ke belakang telinganya sehingga wajah cantiknya yang bersemu merah dapat terlihat jelas oleh Kyuhyun. “Kau bilang kan ingin menaikiku, aku hanya mempermudah jalanmu,” goda Kyuhyun usil.

“Jangan pernah berharap,” sahut Hyejin lalu kembali menyapu bibir Kyuhyun, tampaknya ia belum puas. Kyuhyun membiarkan gadis tersebut mengeksploitasi dirinya. Tangannya diusahakan tetap berada di belakang, menahan punggung Hyejin.

Ciuman Hyejin sudah berpindah ke leher Kyuhyun namun tidak seintens yang ia berikan pada bibir Kyuhyun. “Kalau kau mau menandaiku, aku tidak akan melarang. Stylist-ku bisa memakai foundation yang lebih tebal di setiap hasil karyamu,” kata Kyuhyun membuat Hyejin terkekeh.

“Kau yakin tidak ingin menaiki tubuhku? Ini mungkin kesempatan terakhirmu sebelum kita dibatasi oleh jadwal-jadwal super padat brengsek tapi memberikanku banyak uang,” ujar Kyuhyun dengan tatapan memelas kepada Hyejin yang sedang menyisir rambutnya dengan jari-jari tangan.

“Aku pikir itu keinginanku tapi kenapa rasanya kau yang lebih menginginkannya?” Senyum Hyejin benar-benar menguji Kyuhyun.

Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur, menatap Hyejin yang hanya tertawa geli melihat tingkahnya. “Kau memang benar-benar…”

“Kita tidak akan melakukan apapun, sayang. Just kisses and hugs. Ayolah…”

Kyuhyun bisa merasakan ketegangan ketika Hyejin menuruti keinginannya untuk menaiki tubuhny dan dengan tenang ia duduk di pangkal pahanya. “As you wish, Mr. Cho,” bisik Hyejin lalu menciumi seluruh bagian wajah Kyuhyun dengan mesra membangkitkan reaksi tangannya untuk bergerilya. “Hands behind my back please.”

Kyuhyun mengembalikan tangannya ke belakang punggung Hyejin, menikmati pemberian Hyejin dengan tidak tenang. “Kalau sampai eommoni atau Ahra eonni melihatku seperti ini, lebih baik aku mati,” ujar Hyejin.

“Tenang saja. Mereka pasti lebih memilih membunuhku,” sahut Kyuhyun.

Sepasang kekasih itu terlalu asyik dengan dunianya sampai tidak mendengar langkah kaki yang mendekat ke kamar itu.

“ASTAGA!! YA TUHAN!! CHO KYUHYUN!! APA YANG KAU LAKUKAN?!” Teriakan Ahra membuat Hyejin buru-buru menyingkir dari tubuh Kyuhyun dan tidak sengaja terjatuh ke samping tempat tidur.

“Noona, sudah kubilang jangan mengganggu,” omel Kyuhyun kesal sambil membantu Hyejin berdiri. Hyejin langsung bersembunyi di belakang Kyuhyun, menahan malu.

“Sudah aku duga Hyejin tidak akan aman jika aku biarkan sendirian apalagi denganmu, Cho Kyuhyun. Aku akan beritahu eomma!” Ujar Ahra lalu keluar dari kamar tamu.

Hyejin menatap Kyuhyun dengan takut-takut. “Bagaimana kalau Ahra eonni benar-benar memberi tahu eommoni?”

Kyuhyun mencubit pipi hidung dan pipi Hyejin dengan gemas lalu memberikannya satu-dua kecupan ringan. “Itu akan menjadi tanggung jawabku. Tidak usah kau pikirkan,” ujar Kyuhyun dengan tenang.

“Heissh Cho Kyuhyun. Tentu saja itu jadi urusanku. Aku kan sedang menginap di rumahmu. Bagaimana kalau eommoni jadi menganggapku tidak sebaik yang ia bayangkan selama ini?”

“Heiish Song Hyejin. Eomma dan Appa-ku bahkan sudah muak melihat kita hanya berpelukan. They want something from our relationship.”

“CHO KYUHYUN!!!!” Suara nyonya Cho sudah terdengar memanggil dengan galak. Bisa dipastikan Ahra benar-benar menceritakan apa yang ia lihat kepada eomma-nya.

Kyuhyun menepuk-nepuk puncak kepala Hyejin dengan penuh kasih sayang. “Mau keluar duluan atau menungguku?” Tanya Kyuhyun.

“Memangnya kau mau kemana?” Hyejin tidak mau menemui keluarga Cho sendirian setelah Ahra memergokinya sedang bermesraan dengan Kyuhyun.

“Buang air kecil. Mau ikut?”

Sebuah cubitan mendarat di perut buncit Kyuhyun. “Jangan bercanda di saat seperti ini,” omel Hyejin yang hanya ditanggapi oleh tawa oleh Kyuhyun.

“CHO KYUHYUN!!!! TEMUI AKU SEKARANG JUGA!!!” Teriakan nyonya Cho kembali terdengar memanggil Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menghela nafas panjang mendengar suara nyaring yang terus memanggil-manggilnya. “Eomma tampaknya tidak bisa menunggu. Kajja.”

Hyejin bertahan di tempatnya. “Bagaimana kalau eomma marah padaku?”

“Mau bertaruh? Kalau ia tidak marah padamu maka kau harus….”

Pintu kamar tamu menjeblak terbuka, memunculkan dua wanita yang siap menerkam Kyuhyun. “Malam ini Hyejin tidur denganku! Tidak akan kubiarkan kau menyelinap ke tempat tidur Hyejin. Aku akan mengawasimu, bocah nakal,” kata nyonya Cho sambil menarik Hyejin ke sisinya, menjauhkannya dari Kyuhyun. “Kau harus hati-hati, Hyejin-ah. Aku harus bilang padamu, anakku yang satu itu memang baik dan sangat mencintaimu tapi tidak  bisa 100 persen kau percaya. Ayo kita makan.”

Kyuhyun berjalan di belakang tiga wanita paling berharga dalam hidupnya sambil tersenyum geli mendengar nasihat eomma dan kakaknya memperingati betapa berbahayanya Kyuhyun. “She’s more dangerous than me,” batin Kyuhyun.

Kkeut!

Author lagi pilek jadi belum sempet lanjutin devil vs devil. Insya Allah besok. Maapkeun yaaah….

xoxo @gyumontic